Reses Ketiga DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi Tampung Aspirasi Warga Bojongasih

Pemerintah6 Dilihat

Beritaoublik.Online – SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddy Setiadi, melaksanakan kegiatan reses ketiga Tahun Sidang 2026 di Kampung Citingis, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Teddy Setiadi untuk bertemu langsung dengan masyarakat, menyerap berbagai aspirasi, serta mendengarkan kebutuhan warga yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Teddy menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formalitas, melainkan kesempatan penting untuk membangun komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.

“Reses ini bukan hanya sebatas hadir, kemudian pulang. Harus ada tindak lanjut agar aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa diperjuangkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Desa Bojongasih yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia secara khusus mengapresiasi peran Lukmanul Hakim, kader Partai Gerindra di Kecamatan Parakan Salak, yang dinilai turut aktif menyampaikan dan mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di Desa Bojongasih.

Menurut Teddy, selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRD, berbagai aspirasi dari wilayah Kecamatan Parakan Salak telah disampaikan melalui sejumlah forum, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Ia menyebutkan, sejumlah kebutuhan pembangunan yang menjadi perhatian masyarakat di antaranya pembangunan jalan lingkungan, sarana olahraga, pemberdayaan masyarakat, serta fasilitas pelayanan publik.

Dalam kesempatan itu, Teddy juga menyampaikan adanya aspirasi terkait rencana pembangunan sumur bor di wilayah Kampung Citingis dan pembangunan drainase di Desa Bojongasih. Namun, realisasi setiap usulan tetap harus melalui tahapan perencanaan, pengusulan, dan penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain infrastruktur, Teddy membuka ruang pembahasan mengenai kebutuhan lembaga pendidikan, termasuk sekolah dasar, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), dan madrasah lainnya yang berada di lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setiap usulan perlu dilengkapi dokumen administrasi dan proposal yang memadai. Usulan tersebut selanjutnya dapat diproses melalui mekanisme penginputan dalam sistem perencanaan dan penganggaran yang berlaku.

“Jangan sampai aspirasi hanya disampaikan secara lisan tanpa ada tindak lanjut. Proposal dan persyaratan administrasi harus dilengkapi agar usulan bisa diproses sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.

Teddy juga mengajak masyarakat, pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa untuk bersama-sama mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan agar kebutuhan yang menjadi prioritas dapat diperjuangkan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi warga sesuai tugas, kewenangan, serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga berbagai kebutuhan pembangunan di Kampung Citingis dan Desa Bojongasih dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti melalui proses perencanaan yang tepat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan secara langsung berbagai persoalan serta usulan pembangunan yang dibutuhkan di wilayahnya.

(Red/ Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *