
Beritapublik.Online – Sukabumi –
Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditawar. Namun, kondisi tersebut kini menjadi persoalan yang dirasakan warga Pasirbadak Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menyusul mengeringnya sumber mata air yang selama ini menjadi salah satu tumpuan kebutuhan air sehari-hari.
Akibat kondisi tersebut, masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih, salah satunya dengan membeli air yang diantarkan menggunakan kendaraan. Situasi ini tentu menjadi beban tersendiri bagi warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci, dan keperluan sanitasi lainnya.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ibu Olip, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah tersebut. Ia menggambarkan kesulitan yang dihadapi masyarakat sejak sumber mata air setempat mengalami kekeringan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Diharapkan Segera Mengambil Langkah Nyata
Persoalan yang dihadapi warga Kampung Pasir badak membutuhkan perhatian serius dari pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Gunungguruh, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta instansi terkait yang membidangi penyediaan air bersih.

Pemerintah dan Pengelola Perum Griya ddiharapkan tidak hanya melihat persoalan ini sebagai kesulitan sementara, tetapi juga melakukan peninjauan langsung guna mengetahui penyebab mengeringnya sumber mata air serta mencari solusi yang dapat menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.
Langkah penanganan darurat, seperti bantuan distribusi air bersih, dapat menjadi solusi awal. Namun, untuk jangka panjang, diperlukan kajian teknis mengenai kemungkinan penyediaan jaringan air bersih, pembangunan sarana penampungan, pencarian sumber air alternatif, atau langkah lain yang sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.
Jangan Biarkan Warga Terus Menanggung Beban Sendiri
Kondisi warga yang harus membeli air setiap hari menunjukkan bahwa persoalan air bersih dapat menambah beban pengeluaran rumah tangga. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas instansi agar masyarakat memperoleh penanganan yang tepat.
Pemerintah desa diharapkan dapat segera menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah dan dinas terkait, sekaligus mendata jumlah keluarga terdampak serta kebutuhan air bersih harian warga.
Di sisi lain, instansi teknis perlu memastikan apakah persoalan tersebut dapat ditangani melalui program penyediaan air minum dan sanitasi, bantuan tanggap darurat, maupun pembangunan infrastruktur air bersih sesuai ketentuan yang berlaku.
Air Bersih Adalah Kebutuhan Dasar Masyarakat
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur jalan atau bangunan fisik, tetapi juga tentang terpenuhinya kebutuhan mendasar masyarakat.
Warga Kampung Pasir badak tentu berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah agar mereka tidak terus-menerus bergantung pada pembelian air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah perlu hadir melalui langkah konkret, mulai dari peninjauan lapangan, penanganan darurat, hingga perencanaan solusi jangka panjang.
Jangan sampai masyarakat harus terus berjuang sendiri untuk mendapatkan air bersih, sementara kebutuhan tersebut merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan yang layak.
Catatan redaksi: Rilisan ini disusun berdasarkan informasi awal dari warga. Konfirmasi kepada pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait akan di lakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai rencana penanganan serta solusi yang akan dilakukan.
Red.

