Gebyar Sipenyu 2026 Dikemas Lebih Merakyat, Angkat Produk Lokal Sukabumi

News15 Dilihat
banner 468x60

Gebyar Sipenyu 2026 Dikemas Lebih Merakyat, Angkat Produk Lokal Sukabumi

KABUPATEN SUKABUMI, 8 September 2026 , Pelaksanaan Gebyar Sipenyu Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 dikemas dengan konsep yang lebih merakyat. Tidak hanya menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun kalangan petugas pemungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kegiatan tersebut ditegaskan sebagai ruang bersama yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

banner 336x280

Konsep tersebut terlihat dari desain panggung utama Gebyar Sipenyu 2026 yang berlangsung di GOR Tinju Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Panitia sengaja menghadirkan nuansa lokal dengan memanfaatkan berbagai produk dan ornamen yang berasal dari masyarakat Sukabumi.

Ketua Information Officer (IO) Gebyar Sipenyu Kabupaten Sukabumi Tahun 2026, Risris Rizal Aliperkasa, mengatakan konsep panggung tahun ini dirancang untuk memperkuat identitas lokal sekaligus membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan kegiatan tersebut.

“Konsep panggung Gebyar Sipenyu tahun ini menampilkan produk UMKM lokal. Semua riasan kembang dan bunga yang digunakan adalah asli produk lokal. Ada juga janur kuning sebagai simbol undangan,” ujar Riris saat ditemui di lokasi acara, Palabuhanratu, Selasa (8/9/2026).

Menurut Riris, penggunaan berbagai produk lokal bukan sekadar bagian dari dekorasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang bergerak di sektor ekonomi kreatif serta pertanian lokal.

Salah satu ornamen yang mendapat perhatian adalah janur kuning. Bagi masyarakat Sukabumi, janur kuning cukup lekat dengan berbagai kegiatan hajatan dan tradisi masyarakat. Karena itu, panitia menjadikannya sebagai simbol bahwa seluruh masyarakat memiliki ruang untuk hadir dan berpartisipasi dalam Gebyar Sipenyu.

“Janur kuning ini simbol undangan. Artinya, Gebyar Sipenyu bukan hanya untuk pegawai pajak atau PBB, tapi untuk semua masyarakat,” katanya.

Dengan konsep tersebut, Gebyar Sipenyu diharapkan tidak menciptakan jarak antara pemerintah, petugas pemungut pajak, dan masyarakat sebagai wajib pajak. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pembayaran pajak bagi pembangunan daerah.

Gebyar Sipenyu 2026 digelar di GOR Tinju Palabuhanratu dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi serta sejumlah tamu undangan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai pertunjukan yang menampilkan potensi seni dan budaya lokal.

Di antaranya pertunjukan pencak silat seni serta paduan suara yang melibatkan pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi. Kehadiran berbagai penampilan tersebut semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam kegiatan yang mengangkat tema pajak daerah tersebut.

Selain mengangkat unsur seni dan budaya, panitia juga berupaya memberikan ruang bagi produk masyarakat lokal. Kembang dan bunga yang digunakan sebagai bagian dari dekorasi panggung berasal dari petani lokal Sukabumi.

Pemanfaatan produk lokal tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Setidaknya, kegiatan berskala besar seperti Gebyar Sipenyu dapat menjadi ruang promosi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM dan petani lokal.

“Dengan mengangkat kembang dan bunga asli dari petani lokal sebagai dekorasi, panitia berharap perputaran ekonomi kecil bisa ikut terdongkrak selama acara berlangsung,” ujar Riris.

Dorong Kesadaran Masyarakat Membayar PBB

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikan Gebyar Sipenyu sebagai salah satu ruang sosialisasi mengenai pentingnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak.

Namun, pada pelaksanaan tahun 2026, pesan yang dibawa tidak hanya berhenti pada kalangan aparatur maupun petugas pemungut pajak. Sosialisasi diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan daerah.

Melalui Gebyar Sipenyu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mendorong agar kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran PBB terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar lagi untuk membayar pajak, dan target capaian tahun depan bisa 90 persen atau 100 persen,” tutup Riris.

Konsep Gebyar Sipenyu 2026 yang memadukan sosialisasi pajak, apresiasi wajib pajak, seni budaya, serta pemberdayaan produk lokal diharapkan dapat menjadikan kegiatan tersebut semakin dekat dengan masyarakat.

Dengan demikian, Gebyar Sipenyu tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa kontribusi masyarakat melalui pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Jurnalis. Deri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *