Beritapublik.Online – SUKABUMI – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jawa Barat memperkuat arah dan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang menitikberatkan pada penguatan program sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penguatan program tersebut. Pasalnya, Kabupaten Sukabumi disebut memiliki salah satu basis anggota GRIB Jaya terbesar di tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat.
Rakerda GRIB Jaya Jawa Barat tersebut digelar di Hotel Augusta Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Anniversary ke-1 DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi.
Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Barat, Gabryel Alexander Etwiorry, mengatakan Rakerda menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun agenda kerja untuk satu tahun mendatang.
Menurutnya, organisasi tidak hanya dituntut melakukan konsolidasi internal, tetapi juga harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
«“Rakerda ini untuk mengevaluasi program satu tahun kemarin dan menyusun program untuk satu tahun ke depan. Yang jelas, kegiatan sosial dan pemberdayaan UMKM harus terus diperkuat agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gabryel.»
Target Renovasi 27 Rumah dan 27 Tempat Ibadah
Gabryel menjelaskan, salah satu program sosial yang menjadi prioritas DPD GRIB Jaya Jawa Barat adalah renovasi rumah warga dan tempat ibadah.
Untuk program tersebut, DPD GRIB Jaya Jawa Barat menargetkan sebanyak 27 rumah dan 27 tempat ibadah mendapatkan bantuan renovasi.
Pelaksanaan program dilakukan secara bergiliran di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Hingga saat ini, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sekitar 14 kabupaten/kota.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 13 kabupaten/kota yang menjadi sasaran pelaksanaan program berikutnya.
«“Masih ada 13 kabupaten/kota lagi. Saya wajibkan agar kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat terus dilaksanakan, seperti bedah rumah dan renovasi tempat ibadah,” kata Gabryel.»
Ia menegaskan, program sosial tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan GRIB Jaya harus dapat dirasakan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
UMKM Didorong Saling Memasarkan Antarwilayah
Selain program sosial, GRIB Jaya Jawa Barat juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penguatan UMKM dilakukan melalui pembinaan sekaligus pengembangan jaringan pemasaran antardaerah. Dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, produk UMKM lokal diharapkan tidak hanya mengandalkan pasar di wilayah masing-masing.
Gabryel mencontohkan produk UMKM asal Kabupaten Sukabumi berupa opak. Produk tersebut, kata dia, dapat didorong untuk dipasarkan melalui jaringan internal GRIB Jaya yang berada di berbagai daerah.
«“Produksi dari Kabupaten Sukabumi bisa dipasarkan minimal di internal GRIB Jaya. Sebaliknya, produk dari daerah lain juga bisa dipasarkan di Sukabumi. Jadi, kita saling memasarkan. Itu salah satu fungsi kita berorganisasi,” ujarnya.»
Pola tersebut dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu memperluas pasar UMKM sekaligus membangun hubungan ekonomi antarpengurus dan anggota GRIB Jaya di berbagai wilayah.
Melalui pembinaan dan jaringan pemasaran tersebut, organisasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah konsolidasi, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
DPP Tekankan Program Harus Berdampak Langsung
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GRIB Jaya, Zulfikar, menegaskan bahwa jajaran pengurus di tingkat daerah hingga kabupaten/kota di Jawa Barat diarahkan untuk memiliki program kerja yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Pesan tersebut, menurut Zulfikar, menjadi salah satu perhatian utama DPP GRIB Jaya dalam mendorong penguatan organisasi di daerah.
«“Kami dari DPP memberikan pesan kepada DPD dan kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk membuat program-program yang baik dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin nama baik GRIB Jaya di masyarakat semakin baik,” kata Zulfikar.»
Ia menyebut sejumlah program yang dapat dikembangkan oleh jajaran GRIB Jaya di daerah, di antaranya bedah rumah, pemberdayaan UMKM, santunan anak yatim, hingga khitanan massal.
Khusus sektor UMKM, Zulfikar menegaskan bahwa setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat diharapkan memiliki UMKM binaan.
«“Untuk UMKM, semuanya. Setiap kabupaten dan kota wajib memiliki binaan. Khususnya Jawa Barat, hampir seluruh kabupaten dan kota sudah memiliki binaan UMKM,” tuturnya.»
Menurutnya, keberadaan UMKM binaan di setiap daerah dapat menjadi bagian dari strategi organisasi untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian pelaku usaha.
GRIB Jaya Sukabumi Siapkan Khitanan Massal 200 Anak
Dalam kesempatan tersebut, Gabryel juga menyampaikan sejumlah kegiatan sosial yang telah dan akan dilaksanakan GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi.
Salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah membantu masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, GRIB Jaya Sukabumi turut menjalankan kegiatan renovasi rumah warga dan tempat ibadah sebagai bagian dari program sosial organisasi.
Dalam rangkaian kegiatan di Kabupaten Sukabumi, GRIB Jaya juga menyiapkan program khitanan massal bagi 200 anak.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.
Pelaksanaan Rakerda di Kabupaten Sukabumi sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi jajaran GRIB Jaya Jawa Barat untuk menyatukan langkah dan menyusun prioritas program organisasi ke depan.
Dengan mengedepankan kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, serta program kemasyarakatan lainnya, GRIB Jaya Jawa Barat menargetkan organisasi tidak hanya semakin solid secara internal, tetapi juga semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kabupaten Sukabumi, dengan basis anggota yang besar, diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam penguatan program-program tersebut sekaligus menjadi contoh pelaksanaan kegiatan organisasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(Red)









