Beritapublik.Online -BANDUNG BARAT – Kondisi SD Negeri Cijambu kembali menjadi sorotan. Di tengah tuntutan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, sekolah ini justru masih menghadapi persoalan serius pada sarana dan prasarana.
Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Atap dan genteng dilaporkan sudah banyak mengalami kebocoran. Kondisi tersebut tentu menjadi persoalan ketika hujan turun karena berpotensi mengganggu aktivitas belajar siswa.
Yang lebih mengkhawatirkan, bagian tiang penyangga bangunan disebut sudah mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi layak untuk menopang beban struktur, termasuk coran pada bagian atas bangunan. Kondisi ini perlu mendapat pemeriksaan teknis agar tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Persoalan lain terdapat pada fasilitas kamar mandi. Sarana sanitasi tersebut disebut dalam kondisi rusak dan kurang terawat sehingga membutuhkan perhatian serius serta perbaikan.
Ironisnya, kondisi tersebut bukan baru diketahui. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak sekolah, usulan rehabilitasi bangunan telah diajukan sejak 2025. Namun hingga 2026, pengajuan tersebut disebut belum terealisasi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai tindak lanjut terhadap usulan rehabilitasi sekolah yang telah disampaikan. Sebab, fasilitas pendidikan bukan sekadar bangunan, melainkan bagian penting dalam menjamin proses belajar mengajar berlangsung secara aman dan layak.
Pihak terkait diharapkan tidak hanya melakukan pendataan, tetapi segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi bangunan SDN Cijambu. Pemeriksaan struktur oleh pihak berkompeten juga diperlukan untuk memastikan tingkat keamanan bangunan.
Jangan sampai menunggu kerusakan semakin parah atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, baru persoalan sarana pendidikan ini mendapat perhatian. Siswa berhak belajar di lingkungan yang aman, sehat dan layak.
Keterangan mengenai pengajuan rehabilitasi sejak 2025 perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, termasuk alasan belum terealisasinya usulan tersebut
(Red)















